ISLAM DAN SINERGI PLURALITAS

Suryan A Jamrah

Abstract


Merupakan sebuah keniscayaan bahwa manusia pasti hidup dalam fenomena serba pluralitas atau keberagaman. Fenomena pluralitas atau keberagaman merupakan ketentuan hukum Allah, sunnatullah, yang tidak mungkin berubah. Maka pluralitas atau keberagaman adalah anugerah dan khazanah sosial bagi kehidupan manusia yang plural. Namun realitanya, pluralitas atau keberagaman sering menjadi pemicu konflik sosial dan politik, yang mengancam persatuan, kerukunan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bagi Islam, pluralitas atau keberagaman yang diyakini sebagai sunnatullah, sebagai something given atau takdir tersebut, justru dimaksudkan untuk sebuah keseimbangan yang melahirkan interaksi dan sinergi, bukan untuk konflik saling membenci

Keywords


Islam; Sinergi; dan Pluralitas

Full Text:

PDF

References


A. Mukti Ali. (1972). Keesaan Tuhan Dalam al-Qur'an. Jogjakarta: Yayasan Nida.

-------. (1971). Faktor-faktor Penyiaran Islam. Jogjakarta: Yayasan Nida.

-------. (1970). Kuliah Agama Islam. Jogjakarta: Yayasan Nida.

al-'Asqalani, Ahmad Ibn Ali Ibn Hajar. (2003). Bulugh al-Maram min Jam'i Adillat al-Ahkam. Kairo: Dar al-Hadits.

al-Ghazali, Muhamad. (t.th). al-Ta'ashshub wa al-Tasamuh bain al-Masihiyyah wa al-Islam. Mesir: Dar al-Kitab al-'Araby.

M. Natsir. (1980). Mencari Modus Vivendi Antar Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Media Dakwah.

M. Quraish Shihab. (1992). Membumikan al-Qur'an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.

Wach, Joachim. (1958). The Comparative Study of Religions. New York: Columbia University Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats