PENDIDIKAN HUMANISTIK; Mengenal Pendekatan Multiple Intelligences dalam Pendidikan Islam

Zulkifli M Nuh

Abstract


Tulisan ini mendeskripsikan proses pendidikan humanis dengan menggunakan pendekatan Multiple Intelligences. Pendekatan ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa semua anak lahir dalam keadaan cerdas. Tidak ada anak yang bodoh, dalam pengertian tidak pandai. Setiap anak memiliki kecerdasan, yaitu SpatialVisual (Berfikir dalam Citra dan Gambar) ; Linguistik-Verbal (Berfikir dalam kata-kata) ; Interpersonal (Berfikir lewat komunikasi dengan orang lain); Musikal-Ritmik (Berfikir dalam irama dan melodi) ; Naturalis (Berfikir dalam acuan alam); Badan-Kinestetik (Berfikir melalui sensasi dan gerakan tubuh); Intrapersonal (Berfikir secara reflektif) dan Logis-Matematis (Berfikir dengan penalaran).

Full Text:

PDF

References


Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung : AlMaarif, 1980) Al-Taumy Al-Syaibany, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1983) Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999) Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu) Danis Collins, Paulo Freire Kehidupan, Karya & Pemikirannya, (Yoryakarta : Pustaka Pelajar, 2001) DePotter et al., 2000. Quantum Teaching ; Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas, Bandung : Kaifa. Hanif Dzakiri, Islam dan Pembebasan, (Jakarta : Djambatan dan Pena, 2000)

Jurnal Madania: Volume 8 : 2, 2018 (e-ISSN 2620-8210 | p-ISSN 2088-3226) 160

Hasan Langgulung, Beberapa Pengertaian Tentang Pendidikan Islam, (Bandung : Al Maarif, 1980) Hernowo, 2004, Bu Slim dan Pak Bil ; Kisah Tentang Guru “Multiple Intelligences” di Sekolah, Bandung : MLC Jalaludin Rahmat, Islam Alternatif, Ceramah-Ceramah di Kampus, (Bandung : Mizan, 1997) M. Escobar,KK [Editor], Sekolah Kapitalisme yang licik [Dialog Bareng Paulo Freire], (Yogyakarta, LKiS, 1998) Muhaimin dan Abd. Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam, (Bandung : Trigenda Karya, 1993) Paulo Freire, Pendidikan Kaum Tertindas, (Jakarta : LP3S, 1995). __________, Menjadi Guru Merdeka [Petikan Pengalaman], (Yogyakarta : LKiS, 2000) __________, Pendidikan Sebagai Proses [Surat menyurat pedagogis dengan para Pendidik Guinea-Bissau], (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001) __________, Pedagogy Pengharapan, (Yogyakarta : Kanisius, 2001), Pedagogy Hati, (Yogyakarta : Kanisius, 2001) __________,Pendidikan Sebagai Praktek Pembebasan, (Jakarta : Gramedia, 1984) Rusli Karim, ”Pendidikan Islam Sebagai Upaya Pembebasan Manusia”, dalam A. Syafii Ma‟arif dkk., Pendidikan di Indonesia Antara Cita dan Fakta, (Yogyakarta : Tiara Wacana, 1991) Ramayulis, ”Guru Agama Cenderung Otoriter dan Doktriner”, dalam Kompas, 1994 Stephanie Merritt, 2003, Simfoni Otak ; Aktifitas Musik Yang Merangsang IQ, EQ, SQ, Untuk Mengembangkan Kreatifitas dan Imajinasi, Bandung : Kaifa. Thomas Amstrong, 2002, Sekolah Para Juara ; Menerapkan “Multiple Intelligences” di dunia Pendidikan. Bandung : Kaifa, 2002.

Zulkifli M. Nuh,; Pendidikan Humanistik; Mengenal .... 161

William A. Smith, Conscientizacao Tujuan pendidikan Paulo Freire, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh:

MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman
Kopertais Wilayah XII Riau - Kepri
email: madania@uin-suska.ac.id
 
Diindeks oleh: