TERORISME DALAM KONSTRUKSI MEDIA MASSA

Alfiana Yuniar Rahmawati

Abstract


Munculnya aksi teror beberapa dekade terakhir ini menjadi perhatian yang cukup serius di Indonesia. Isu terorisme sudah sering menjadi headline di beberapa media massa seperti media Kompas.com dan Republika.co.id. Doktrin terorisme selalu didengungkan di berbagai media sebagai klaim bahwa gerakan teror masih ada dan akan terus terjadi tanpa bisa diprediksi. Analisis wacana kritis model Roger Fowler diterapkan untuk menganalisis berita bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Medan yang pelakunya diduga sebagai teroris. Penelitian ini berupaya menelaah dua model analisis Roger Fowler yaitu melalui kosakata dan kalimat. Berdasarkan hasil analisis, dapat diungkapkan bahwa Kompas.com menyebut peristiwa bom bunuh diri sebagai aksi terorisme, sementara media Republika.co.id lebih berhati-hati menyebut aksi ini sebagai misi dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Wacana berita bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan dari ke dua media yaitu Kompas.com dan Republika.co.id, pada umumnya lebih memihak pada pelaku. Hal ini terlihat pada kosakata yang digunakan dan tata bahasa dalam kalimat-kalimat berita yang disajikan. Berita yang disajikan lebih mengarah pada kondisi pelaku. Pertarungan wacana dari masing-masing media begitu tampak terlihat dengan penggunaan kosakata yang didominasi oleh kalimat aktif. Hal ini seakan ingin mempertegas bahwa pelaku bom bunuh diri merupakan tindak kejahatan kriminal paling ekstrem yang sudah seharusnya dihilangkan dari negara Indonesia.


Keywords


Terorisme, Wacana, Analisis Roger Fowler

Full Text:

PDF

References


Abu Ridho. 2003. Terorisme. Jakarta: Pustaka Tarbiatuna.

Alex Sobur. 2012. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Burhan Bungin. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Kencana.

David Holmes. 2012. Teori Komunikasi : Media, Teknologi, Dan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Denny Hidayat. 1999. “Paradigma Dan Perkembangan Penelitian Komunikasi.” Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia 3: 39.

Eriyanto. 2001. Analisis Wacana. Yogyakarta: LKiS.

Fajar Junaedi. 2010. “Relasi Terorisme Dan Media.” Jurnal ASPIKOM 1.

Farid Hamid dan Heri Budianto. 2011. Ilmu Komunikasi: Sekarang Dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: Kencana.

Grant Wardlaw. 1986. Political Terrorism. New York: Cambridge University Press.

Idy Subandy dan Bachruddin Ali. 2014. Komunikasi Dan Komodifikasi: Mengkaji Media Dan Budaya Dalam Dinamika Globalisasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

K.Veeger. 1993. Realitas Sosial, Refleksi Filsafat Sosial Atas Hubungan Individu Masyarakat Dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: Gramedia.

Kartini Kartono. 1995. Pengantar Metodologi Research. Bandung: Alumni.

kominfo. n.d. “Menkominfo-Baru-100-Portal-Berita-Online-Terverifikasi/0/Berita_satker.”

M.Najih Arromadloni. 2019. Daulah Islamiyah. Jakarta: Pustaka Harakatuna.

Mubarok, Diah Wulandari. 2018. “Konstruksi Media Dalam Pemberitaan Kontra Terorisme Di Indonesia.” Jurnal INFORMASI 48.

Muhammad A.S.Hikam. 2016. Deradikalisasi: Peran Masyarakat Sipil Indonesia Membendung Radikalisme. Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara.

Muhammad Mustofa. 2002. “Memahami Terorisme : Suatu Perspektif Kriminologi.” Jurnal Kriminologi Indonesia FISIP UI 2.

Romli Atmasamita dan TIM. 2003. Analisis Dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003). Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

William L.Rivers. 2008. Media Massa Dan Masyarakat Modern. Jakarta: Kencana.

Yusuf Qardhawi. 2014. Islam Radikal: Analisis Terhadap Radikalisme Dalam Berislam Dan Upaya Pemecahannya. Solo: Era Intermedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jrmdk.v2i2.9658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


       

Editorial Office:

2nd Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru

Email   : jrmdk@uin-suska.ac.id