DIALOG HUMOR ANTAR AGAMA DAN POLITIK PADA AKUN TWITTER @Nugarislucu @Eko_kuntadhi

Ummul Pertiwi Fiqri

Abstract


Pesan humor di Twitter dapat mengalihkan konflik menjadi kelucuan sehingga bisa dimanfaatkan untuk membangun opini di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keterkaitan antara teks, kognisi sosial, dan konteks sosial pada akun Twitter humor @Nugarislucu dan @Eko_kuntadhi dalam mempengaruhi toleransi antaragama dan politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrip tif dengan dokumentasi data melalui media sosial Twitter. Analisis data diukur menggunakan elemen wacana Van Dijk yaitu melalui teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kognisi sosial akun @Nugarislucu dan @Eko_kuntadhi memiliki kesamaan yakni mendiskusikan realitas politik, sosial, budaya, ekonomi, dan agama. Dalam konteks sosial @Nugarislucu lebih menonjolkan kelucuan dalam mengatasi konflik yang terjadi dan menumbuhkan sikap toleransi, kerukunan, dan saling menghargai di dunia virtual. Sedangkan akun @Eko_kuntadhi menjadi akun buzzer yang berpihak kepada salah satu elit politik dan berperan dalam membingkai diskursus politik sehingga berdampak pada naik turunnya elektabilitas elit politik tertentu.


Keywords


Humor; Twitter; Toleransi; Politik; Analisis Wacana

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Nafisah,S., & Nurhidayah, Y. (2019). Analisis Semiotika Strategi Dakwah Humor Akun Instagram Nunuzoo. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 1(1).

Abel, M.H. (2002). Humor, stress, and coping strategies,15(4).

Bruinessen, V.M. (2013). Contemporary Development in Indonesian Islam, Explaining the “Conservative Turn”, Singapore: Insitute of Southeast Asian Studies).

Eriyanto, (2001). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LkiS.

Felicia, L. R. (2018). Peran Buzzer Politik dalam Aktivitas Kampanye Di Media Sosial Twitter. Jurnal Koneksi, 2(2).

Noorhaidi. H. (2006). Laskar Jihad Islam, Militancy and the Quest for Identity in Post-New Order Indonesia. New York: Cornell Southeast Asia Program.

Irwanto, Leliana, I & Retno H, L. (2019). Kritik Dalam Humor Meme Nurhadi-Aldo Era Demokrasi Digital. Jurnal Akrab Juara, 4(2).

Christiany, J. (2016). Demokrasi di Media Sosial: Polemik Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan, 17(1).

Martin, R. (2003). Sense of Humor. In. S.J. & C.R. Snyder (Eds) Positive Psychological.

Marwan, I. Rasa Humor dalam Perspektif Agama, Jurnal Al-Turas, 12(1).

Meyer, C. J. (2000). Humor as a Double-Edged Sword: Four Functions of Humor in Communication. Journal Humor as Dou ble-Edged.

Mulyana, D. (2008). Komunikasi Humoris Belajar Komunikasi Lewat Cerita dan Humor. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sobur, A. (2001). Analisis Teks Media. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Susilastuti, D.N. (2000). Kebebasan Pers Pasca Orde Baru. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4( 2).

Syahputra, I. (2017). Demokrasi Virtual dan Perang Siber di Media Sosial: Perspektif Netizen Indonesia, Jurnal ASPIKOM, 3(3).

Wadipalapa, R.P. (2015). Meme Culture & Komedi-Satire Politik: Kontekstasi Pemilihan Presiden dalam Media Baru, Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jrmdk.v2i2.8815

Refbacks



       

Editorial Office:

2nd Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru

Email   : jrmdk@uin-suska.ac.id