Self Disclosure Antara Suami Istri

Nurjanis Nurjanis

Abstract


Dalam sebuah perkawinan, suami istri perlu menyatukan pemahaman dan saling pengertian yang terus menerus. Keindahan ini semua tidak lengkap tanpa adanya keterbukaan. Dalam kehidupan berumah tangga terjadilah penyatuan dua kepala yang berbeda baik itu dari segi budaya, karakter dan berbagai sifat lainnya. Penyesuaian dan saling pengertian sangat dituntut diantara satu sama lain.  Interaksi antara suami istri sangat diperlukan didalam membina hidup bersama. Sifat keterbukaan  antara suami istri sangat diperlukan. Suami perlu  terbuka terhadap istri. Dan istri perlu pula terbuka  terhadap suami. Suami istri  yang memiliki self disclosure yang tinggi cenderung dapat mengemukakan perasaan, ketakutan, kecemasan atau permasaalahan secara jelas tanpa kekhawatiran. Sebaliknya bagi suami istri yang  memiliki self  disclosure yang rendah, dapat mengakibatkan kesulitan dan hambatan  dalam berinteraksi dan berkomunikasi yang dapat berakhir salah pengertian dan salah paham diantara satu sama lain. Dan ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh pasangan suami istri.

Kata kunci: Self Disclosure, Suami, Istri


References


Abdul Latif Al-Brigawi, Fiqh Keluarga Muslim, Amzah, Jakarta, 2012.

Adil Fathi Abdulloh, Sudah Islamikah Keluarga Anda?, WIP, Solo, 2007.

Adz-Dzaki, M. Hamdani Bakran, Konseling dan Psikoterapi Islam, Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta, 2002.

Agus A Rahman. 2013. Psikologi Sosial Integrasi Pengetahuan Wahyu dan Pengetahuan Empirik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ahmad Sihabudin & Rahmi Winangsih. 2012. Komunikasi Antar Manusia. Serang : Pustaka getok tular. Hlm: 114

Arikunto, Suliarsimi, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Cetakan Kedua, PT.Rineka Cipta, Jakarta, 1998.

A Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Kanisius. 1995.

Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, UII Press, Yogyakarta, 2001.

Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, UII Press, Yogyakarta, 2004.

B Aubrey Fisher. Teori-Teori Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya. 1978.

Burdick, D. B., Cavnor, C. C., Handcock, J., Killcoyne, S., Lin, J., Marzolf, B., et al. (2010). SEQADAPT: an adaptable system for the tracking, storage and analysis of high throughput sequencing experiments. BMC bioinformatics, 11(1), 377.

Calhoun, James. Psikologi Tentang Penyesuain Dan Hubungan Kemanusiaan. Alih Bahasa. RS, Satmoko. Semarang: IKIP Semarang Press. 1995

Caroline Bulsara, Using a Mixed Methods Approcch to Enhanch and Validate

Chow, C. M., Ruhl, H., & Buhrmester, D. (2012). The mediating role of interpersonal competence between adoslecent’ empathy and friendship quality: A dyadic approach. Journal of Adolescence.

Dewan Eja Pro, 2010, Kuala Lumpur : Dewan Bahasa dan Pustaka.

Dadang Hawari, Marriage Counseling, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2006

Datin Nur Aini Bt. Md. Yaman, Teknik-Teknik Kaunseling Terkini Yang Berkesan Dalam Kaunseling Dari Jamong Ke Laser, Pusat Ilmu Jelatek, Kuala Lumpur, 1997.

David O Sears & Jonathan L Freedman, dkk. 1985. Psikologi Sosial Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Davison, Gerald C. Abnormal Psychology. New York: John Wiley and Sons, 1996

Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, CV Diponegoro, Bandung, 2008.

Dimas Pamuncak. Pengaruh Tipe Kepribadian Terhadap Self Disclosure Pengguna Facebook. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. 2011.

Ifdil, I. (2013). Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya bagi Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling. Pedagogi, 13(1), 110-117.

Ishammudin Hj. Ismail. Kaunseling dari Jamong ke Laser. Pusat Ilmu Jelatek: Kuala Lumpur, 199.

J A Devito. Komunikasi Antar Manusia Edisi Kelima. Tangerang Selatan: Karisma Publishing. 2011.

Kanwil Deparetemen Agama Provinsi Riau. Pedoman Gerakan Keluarga Sakinah. Pekanbaru, 2013.

Maman, dkk., U. Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktek. Jakarta: PT. Rajawali Press, 2004.

Maryam B Gainau. Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Siswa Dalam Perspektif Budaya Dan

Implikasinya Bagi Konseling. Jurnal ilmiah widya warta, 2009.

Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung: 2001.

Musfir. Konseling Terapi. Gema Insani: Jakarta, 2005.

Mc Leod. Pengantar Konseling Teori dan study Kasus. Open Uversity Press: Jakarta. 2006.

Othman, Abdul Halim. Konseling Untuk Kesejahteraan Insan. Sabah Malaysia. 2000.

Rajaram, K., & Bordia, S. East versus west: effectiveness of knowledge acquisition and impact of cultural dislocation issues for mainlad chinese students across ten commonly used instructional techniques. International Journal for the Scholarsip of Teaching and Learning. 2013

Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung. 1998.

Rini, I. K., Hardjajani, T., & Nugroho, A. A. Kenakalan Remaja ditinjau dari Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMAN se-Surakarta. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa. 2012.

Sutopo, Heribertus B. Metodologi Penelitian Kualitatif : Buku pegangan kuliah : Fakultas Satra Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 1996.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/0.877285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nurjanis Nurjanis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons

Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam is licensed under a Lisensi
Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
.

Publisher:

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Editorial Office:

2nd Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru

Email   : ittizaan@uin-suska.ac.id