Respon Ulama Terhadap Kebebasan Pers Di Kota Pekanbaru

Miftahuddin Miftahuddin

Abstract


Pandangan al-Quran dan Hadis mengenai kebebasan pers cenderung diformalkan oleh sistem pers yang berlaku, seperti juga semua teori lainnya tentang kebebasan pers, sehingga semua teori akan terserap ke dalam sistem tersebut. Pers Indonesia mengalami perkembangan yang pesat setelah era reformasi bergulir, bersamaan dengan turunnya Soeharto sebagai presiden. Bersamaan dengan turunnya Soeharto, pers Indonesia memesuki babak baru dengan dibukanya pintu kebebasan.Bagi orang yang baru keluar dari penjara, pers Indonesia menikmati kebebasannya setelah bertahun- tahun dikebiri oleh pemerintah yang otoriter. Respon ulama terhadap kebebasan pers di Kota Pekanbaru kurang baik yaitu 76%. Hal ini dapat dijelaskan melalui skor perolehan responden yang memiliki respon baik yaitu 55%, dan memiliki respon cukup baik 10%, sedangkan yang memiliki respon tidak baik terhadap kebebasan pers adalah 35%, dengan diperolehnya mean 2,3 dan standar deviasi (SD) sebesar 0,3. artinya keberadaan pers di Kota Pekanbaru semakin hari semakin meresahkan terkait pemberitaannya, baik di media massa maupun media cetak. Syariat Islam yang berlaku universal untuk mengatur segala ranah kehidupan manusia, termasuk dunia jurnalisme. Salah satu dari pada kode etik pers adalah bebas dan bertanggung jawab yang merupakan pedoman dalam prilaku dan perbuatan salah satunya bebas dari tekanan orang lain dalam mencari dan mengumpulkan serta menyampaikan pendapatnya melalui media dan menyajikan informasi kepada publik.

Kata kunci: Respon Ulama, Kebebasan Pers, Media


References


Amir, Mafri, Etika Komunikasi Massa

Jakarta: PT logos Wacana Ilmu, 1999.

Anam, Faris Khoirul, Fikih Jurnalistik Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009.

Ardhana, Sutirman Eka. Jurnalistik Dakwah, Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar, 1999.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian; Suatu Pengantar, Bina Aksara, Jakarta, 2009.

Attakusumah, Tuntunan Zaman Kebebasan Pers dan Ekspresi, Jakarat: Spasi & VHR Book, 2009.

Barus, Sedia Willing. Jurnalistik, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2010.

Carole Wade dan Carole Travis, Psichology 9th Editions, Terjemahan, Benedictine Widyashinta, (Jakarta : Erlangga, 2007.

Elfiky, Ibrahim. Terapi Komunikasi Efektif, (Jakarta: PT Mizan Publika, 2010.

Gunara, Thorik. Komunikasi Rasulullah, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2009,

Kholil, Syukur. Komunikasi Islami (Bandung: Citapustaka Media, 2007.

Krisna Harahap, Kebebasan Pers di Indonesia, (Bandung: Grafitri Budi Utami, 2000.

Muhammad, Abdul Kadir, Hukum dan Penelitian Hukum, PT. Citra Aditya Bhakti, Bandung, 2004.

Mustoffa, Sumono, Kebebasan Pers Fungsional, (Jakarta: PT Inti Idayu Press, 1999.

Nasution, S., Pedoman Penulisan Disertasi, Tesis, Skripsi dan Makalah Ilmiah, Bina Aksara, Jakarta, 2009.

Oemar Seno Adji, Mass Media dan Hukum, (Jakarta: Erlangga, 1996

Putu Laxman, Sanjaya Pendit, Empat Teori Pers, (Jakarta: Intermasa, 1996.

Romli, Asep Syamsul M. Jurnalistik Praktis, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.

Simorangkir, Hukum dan Kebebasan Pers, (Bandung: Binacipta, 2000.

Wahidin, Syamsul. Hukum Pers, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/0.877282

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Miftahuddin Miftahuddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Lisensi Creative Commons

Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam is licensed under a Lisensi
Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
.

Publisher:

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Editorial Office:

2nd Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru

Email   : ittizaan@uin-suska.ac.id