TAREKAT NAQSABANDIYAH SEBAGAI TERAPI GANGGUAN MENTAL (Studi di Desa Besilam Kabupaten Langkat Sumatera Utara)

M. Miftahuddin, M. Fahli Zatrahadi, S. Suhaimi, D. Darmawati

Abstract


Ketidak seimbangan hidup dapat dijumpai dalam realita kehidupan manusia, banyak terjadi distorsi-distorsi nilai kemanusiaan, terjadi dehumanisasi yang disebabkan oleh kapasitas intelektual, mental dan jiwa yang tidak siap  untuk  menghadapi semua problem  dalam peradaban modern. Banyak orang yang mencoba mencari solusi dengan menggunakan narkoba, pesta sex, minuman keras yang kesemuanya itu dilakukan untuk mendapatkan ketenangan hidup namun justru menghasikan masalah baru dalam kehidupan. Tarekat Naqsabandiayah menawarkan semua unsur yang dibutuhkan oleh manusia, semua yang diperlukan bagi realisasi keruhanian yang luhur, bersistem dan tetap berada dalam koridor syariah. Relevansi tarekat dengan problem manusia pada zaman modern ini karena tarekat secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syariah yang dibutuhkan dalam setiap jiwa manusia. Desa Besilam menjadi destinasi masyarakat yang bertujuan untuk berkontemplasi dan menginginkan ketenangan dalam jiwanya. Tidak hanya itu tarekat yang dipelopori oleh Syekh Abdul Wahab Rokan juga menangani berbagai masalah gangguan mental, penyakit-penyakit fisik yang sudah menahun dan penyalah gunaan narkoba, disembuhkan melalui ritual keagamaan yang dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi klien. Rumusan masalah Bagaimana Tarekat digunakan sebagai terapi gangguan mental sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk  menjelaskan  bagaimana tarekat digunakan sebagai terapi gangguan mental. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif Lokasi penelitian terletak di Desa Besilam Kabupaten Langkat Sumatera Utara, keadaan kampung Besilam. Informan merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang tarekat sebanyak 3 orang pimpinan tarekat. Hasil penelitian Penyembuhan gangguan jiwa yang di derita pasien, baik itu dengan gangguan yang berat ataupun ringan semua diatasi dengan 3 cara. 1. Terapi Dizikir berguna memperbaiki Nur akan rusak atau yang telah rusak. 2. Terapi Air Yasin 41 Terapi yang digunakan dengan membaca Yasin dengan memanfaatkan media air yang didoakan, air yang telah dibacakan yasin tersebut lalu diberikan kepada klien agar mendapat kesembuhan dengan molekul-molekul baik yang dibacakan surah yasin. 3. Terapi Batu ini disimbolkan sebagai penyakit yang dialami pasien, setelah itu batu dibagi-bagi dengan menganggap mengeluarkan penyakit setelah itu bersedekah untuk kesembuhan pasien.


Keywords


Gangguan Mental, Ketenangan Jiwa, Tarekat Naqsabandiyah

Full Text:

PDF

References


A. Muri Yusuf. Metodologi Penelitian: Dasar-Dasar Penyelidikan Ilmiah. (Padang: UNP Press. 2010)

A. Bachrun Rifa‟i dan Hasan Mud‟is, Filsafat Tasawuf, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010)

A. Aziz Masyhuri, Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf ( Surabaya: Imtiyaz,2011)

Ahmad Mubarak, ed., Manusia Modern Mendamba Allah, IIMaN dan Hikmah, Jakarta 2010)

Amir An-Najar, Psikoterapi Tarekat dalam Kehidupan Modern. ter. Ija Suntana (Jakarta: Mizan Publika, 2004)

Gusti Abdurrahman, Terapi Tarekat untuk Penyembuhan Gangguan Kejiwaan (Yogyakarta: AswajaPressindo, 2010)

Julianto Simanjuntak, Konseling Gangguan Mental & Okultisme; Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan Setan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008)

Lexy Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya. 2004)

M. Fahli Zatrahadi, Konseling Kesehatan Mental. Pekanbaru: Riau Creative Multi media, 2014)

M. Solihin, Melacak Pemikran Tasawuf Di Nusantara, (Jakarta: PT Raja Grafido Persada, 2005)

Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 2011).

Sanafiah Faisal. Penelitian Kualitatif. ( Malang: Yayasan Asih Asuh. 2010)

Sumber Online.

https://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-bunuh-diri-live-di-fb. diakses online 26 maret 2017

http://thariqatnaqsyabandi.blogspot.co.id/diakses online 26 Maret 2017

Muhammad Salahuddin, ”Peran Keluarga Terhadap Proses Penyembuhan Pasien Gangguan Mental (studi Kasus di Yayasan Dian Atma Jaya Lawang Kabupaten Malang)” (skripsi, Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, fakuultas psikologi, 2009), 57-59. Akses online 24 Maret 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v15i2.6753

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Center for Research and Community Development

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Jl. H. R. Soebrantas KM 15,5 ,Tuah Madani, Tampan,

Pekanbaru, Riau 28293

Indexed By:

 

 

 

 

Statistik Pengunjung