Pemanfaatan Peninggalan Sejarah di Riau Menuju Daerah Ekoeduwisata

Wilaela Wilaela

Abstract


Utilization of historical relics in the Riau region has a foundation in Law No. 11 of 2010 in the spirit of preservation of cultural heritage. Preservation requires the use, utilization and necessity of community involvement. Every effort to use cultural heritage must pay attention to the preservation of nature and the surrounding environment. Educational aspects for each tourism policy must be included and included in the curriculum and learning in schools. In Riau, efforts have been made to make a complete cultural heritage with its eco-tourism as part of tourist destinations. These efforts are carried out by the community, both individually and in the form of communities. Various efforts that are growing in this area require guidance and assistance from the government. There are groups of people who are active in the utilization of historical heritage, but they have not received attention and have not been cooperated by the government in order to develop the people's economy through ecotourism. preservation of cultural heritage. There are focus and priority, such as Siak Regency, but there are some who still have not relied on the nature-based tourism sector as a regional asset. However, in various circles, both government and society, the desire to make historical heritage as an eco-tourism destination is growing.


Keywords


historical heritage, cultural heritage, preservation, utilization, ecotourism, Riau

Full Text:

PDF

References


Amrun, Jarir. 2016. Wartawan-penulis dalam http://riaupos. co.

Van-Anrooij, H. A. Hijmans. 1885. “Nota Omtrent het Rijk van Siak”, Tijdschriftvoor Indische Taal-, Land-, en Volkenkunde (TBG). Deel XXX; pp. 260-390.

BalaiArkeologi Medan. 1998. BerkalaArkeologi Sangkhakala.

Data Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. 2017. Draft Naskah Rekomendasi Cagar Budaya.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau. 2016. Draft Naskah Rekomendasi Cagar Budaya.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Kebudayaan Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Riau. 1997. Laporan Pengadaan Benda-Benda Seni Budaya, Tahun Anggaran 1996/1997. Pekanbaru.

Dokumen Rapat Dengar Pendapat Pemerhati CB Riau dengan DPRD tentang Masjid Raya Pekanbaru, 2016.

Ermiliansa, Dedien, Adji Samekto, and Hartuti Purnaweni. 2014. "Peran Prenjak Dalam Mewujudkan Daerah Konservasi Berbasis Eco Edu Wisata Mangrove di Dusun Tapak, Tugurejo, Kota Semarang. " Ekosains. 6. 1.

Fandeli, Chafid. 2000. "Pengertian dan konsep dasar ekowisata. " Di dalam: Fandeli, C. , dan Mukhlison, Editor. Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM, Unit KSDA DIY, Pustaka Pelajar.

Firzal, Yohannes. Pengembangan Kawasan Tepian Sungai sebagai Kawasan Buniness Baru Kota Pekanbaru. Ejournal. www. localwisdom. ucoz. com/id/0/21;

_________. 2011. Tipologi Bangunan Tua. Ejournal. Vol. 3 No. 2. hlm. 33-42. 2011.

FR, Halim. 2013. “Fasilitas Eduwisata Sejarah Perjuangan Kota Surabaya”. eDimensi Arsitektur Petra 1. 2 (2013): 118-124.

Haan, F. de, (1896), Naarmidden Sumatra in 1684, Batavia-'s Hage, Albrecht & Co. -M. Nijhoff. 40p. 8vo wrs. TijdschriftvoorIndischeTaal-, Land- en Volkenkunde, Deel 39.

Garraghan, Gilbert J. 1957. A Guide to Historical Method. Vol. I & II. New York: Fordham University Press.

Gramberg, J. S. S. 1864. “Reis naarSiak”, TBG. Deel XIII; pp. 498-522.

Haryono, Timbul. 1986. Relief danPatungSingaPadaCandi-CandiPeriodeJawaTengah :PenelitianAtasFungsidanPengertiannya. LaporanPenelitian. Yogyakarta.

Herlina, Nina. 2008. Metode Sejarah. Bandung: Historika.

Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.

Kasiri. 1993. “SoemanHs: Guru yangBerjiwa Guru”, dalamMajalahTempo: MemoarSenaraiKiprahSejarah. Jakarta: PustakaUtamaGrafiti. No. 262/93. Hlm. 89-118.

Kempers, A. J. Bernet. 1959. Ancient Indonesian Art. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.

Kuntowijoyo. 1995. Ilmu Sejarah: Pengantar. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Lewis, Bernard. 2009. Sejarah: Diingat, Ditemukan Kembali, Ditemuciptakan. Terjemahan Bambang A. Widyanto. Yogyakarta: Ombak.

Lutfi, Mukhtar, dkk. 1999. Sejarah Riau. Reproduksi. Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau.

Schadee,W. H. M. 1918, Geschiedenis van Sumatera Ootskust; Madedeeling 2. Deel 1. Amsterdam: Oostkust van Sumatra Instituut.

Suryadi, Hery, Tuti Khairani, Auradian Marta. 2016. Kebijakan Revialisasi Kawasan Pasar Bawah Sebagai Kawasan Wisata Cagar Budaya di Kota Pekanbaru. Pekanbaru. Fisipol Universitas Riau.

Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata RI, Nomor KM. 13/PW. 007/MKP/2004 tanggal 3 Maret 2014 tentang penetapan cagar budaya di Riau.

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudyaaan Nomor 209/M/2917 tanggal 3 Agustus 2017 tentang penurunan statusnya dari bangunan cagar budaya menjadi struktur.

Suwardi MS dan Kamaruddin. 2016. Sejarah Lokal Riau. Pekanbaru. Pemeritanh Provinsi Riau.

__________. Wan Ghalib, Isjoni. 2004. Dari Batin Senapelan ke Bandaraya Pekanbaru. Pekanbaru. MSI.

Sugiharta, Sri dan Agoes Tri Mulyono. 2017. “Warisan Arkeologi Perkotaan di Kawasan Bandar Senapelan”dalam Sri Sugiharta. Sumatera Silang Budaya: Kontestasi Nilai-Nilai Historis, Arkeologis, dan Antropologis serta Upaya Pelestarian Cagar Budaya. Batusangkar. BPCB. .

Moens, J. L. 1937. Srivijayva enKatana. Batavia: Tijdschrift voorIndischeTall,Land en Volkenkunde. Jilid LXXVII. 1937.

Schnitger. Forgotten Kingdoms in Sumatra, Brill Archive

Siagian, Renville. 2002. Candi sebagai Warisan Seni dan Budaya Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Cempaka Kencana.

Sjamsuddin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Terj. S. Aji. Yogyakarta: Ombak.

Soekmono. 1981. PengantarSejarahKebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius.

_________. 1974. Candi, FungsidanPengertiannya. Disertasi. Jakarta.

Suaka PSP Prov. Sumbardan Riau. 1995. BuletinArkeologi Amoghapasa. Batusangkar.

Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010 TentangCagarBudaya.

Tanudirjo, Daud Aris. 2003. “Warisan Budaya untuk Semua. Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang. ”Makalah Kongres Kebudayaan V. Bukittinggi.

Wilaela. “Encik Hasnah: Menekat Budaya. ” Mutiara Yang Terjaring. Pekanbaru: Pusdatin Puanri. 2007. hal. 67-84.

Yusuf, Ahmad et al. 1992. Sultan SyarifKasim II: Raja TerakhirKerajaanSiak Sri Inderapura: Pemerintahan, Perjuangan, Warisan, Pekanbaru: Pemprop Riau.

Yzerman, J. W. Beschrijving Van die BoeddhistischeBouwwerkenteMoearaTakoes. Padang, Desember 1989

Zewita, Maria. 2010. Kajian Sumberdaya Perairan Situ IPB bagi Pengembangan Eduwisata di Kampus IPB, Dramaga, Bogor.

http://repository. uinri. ac. id/.

http://melayuonline. com.

http://tripriau. com/2206/mengenal-jejakjejak-sejarah-pekanbaru-di-kawasan-lama-senapelan. html/

Afrizal. 2016. Petugas dari BPCB Batusangkar di areal Percandian Muara Takus.

Anita (lahir 1974), cucu dari H. Sulaiman, Jalan Kesehatan No. 29 Pekanbaru.

Arthum Artha, 2013 Laporan Hasil Observasi. Kompleks Pemakaman Senapelan Pekanbaru.

Dadang, juru pelihara dan pemuda pemerhati benda bersejarah Senapelan.

Darliana, Dra. M. Si. 2017. Kabid Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman Provinsi Riau. Hasil Diskusi di Golden Tulip 14 Desember 2017.

Didiek Supriadi. 2017. Penjaga SDn 008 Salo Kampar.

Habibi. Tapung Heritage.

Jamil, O. K. Nizami. Drs. 2017. Ketua LAM Riau dan LAM Siak serta Tim Ahli Cagar Budaya Riau.

Mujahiddin, Ahmad. Prof. Dr. , M. Ag. 2017. Penasehat di Taman Agrowisata Desa Sungai Geringging, Kulim. Taman buah seluar ± 29 ha, dimiliki dan dikelola masyarakat.

Mahadar, M. Si. 2016-2017. Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

Manaf (21 tahun). 2017. Mahasiswa dalam persiapan wisuda. Bersama pemuda-pemuda di daerah Belimbing sedang membangun komunitas yang menginginkan Kabupaten Kampar menjadi destinasi wisata alam, agrowisata dan kuliner.

Nasution, Achmad Al Azhari. Kepala Seksi Cagar Budaya Bidang Sejarah, Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.

Putra, Wan. (30 tahun). Siak Heritage Community (SHC). Memiliki banyak koleksi naskah dan foto tua tentang Kerajaan Siak. Rajin melakukan sosialisasi tentang khazanah sejarah Siak melalui medsos dan tourguide yang baik untuk berbagai objek destinasi wisata di Siak.

Suparman (26 Tahun). Penggiat agrowisata di Pulau Belimbing, Kabupaten Kampar.

Syamsuar. Bupati Siak. 2017. Pengarahannya untuk membangun sinergi dan komitmen bersama menjadikan Siak sebagai Kota Pusaka.

Suwardi, MS. Kamis 14 Desember 2017 di Golden Tulip Hotel.

Wati, Nurhamida. 2017. Koordinator Koleksi Museum Daerah Sang Nila Utama.

Wilaela, 2017. Hasil Observasi bersama tim Dinas Kebudayaan Kota Pekanbaru.

Zein, Yoserizal. Drs. Kadis Kebudayaan Provinsi Riau. Pengantar-Pengantarnya pada Rapat dan Diskusi Terfokus TACB.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v15i1.5738

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Center for Research and Community Development

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Jl. H. R. Soebrantas KM 15,5 ,Tuah Madani, Tampan,

Pekanbaru, Riau 28293

Indexed By: