DIMENSI MISTIK DALAM EVENT PACU JALUR

Hasbullah Hasbullah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskn dimensi mistik yang terdapat dalam event pacu jalur. Pacu jalur tidak hanya melibatkan unsur fisik, namun juga hal-hal yang bersifat mistik. Dukun merupakan tokoh utama berkaitan dengan jalur. Perannya terlihat dengan jelas mulai dari menetapkan lokasi pencarian kayu, memilih kayu yang akan dibuat jalur, pemberian nama jalur, sampai pada pacuan berlangsung. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian yang mendalam tentang dimensi mistik yang terdapat dalam event pacu jalur. Kajian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipandang tepat karena data-data yang diperlukan semuanya bersifat kata-kata atau penjelasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang berkaitan dengan kajian ini didapatkan dari informan kunci, yaitu: dukun jalur, tukang jalur, anak pacu, pengurus jalur, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa dimensi mistik hampir terdapat pada setiap proses dalam pacu jalur. Bertahannya hal-hal yang bersifat mistik dalam event pacu jalur dikarenakan masyarakat mempercayai bahwa hal tersebut tersebut mempunyai kekuatan dan berpengaruh dalam memenangkan perlombaan. 


Keywords


Pacu Jalur, Dukun, Mistik, dan Kuantan Singingi

Full Text:

PDF

References


Bakri, Syaiful. (2012). “Studi Tentang Tradisi Pacu Jalur di Desa Banuaran Kecamatan kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi”. Skripsi Sarjana. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Jurusan ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tidak dipublikasikan. Universitas Riau: Pekanbaru.

Hamidy, UU. (2005). Kesenian Jalur di Rantau Kuantan. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Propinsi Riau.

Hasbullah. (2014). Togak Balian: Ritual Pengobatan Tradisional Masyarakat Kenegerian Koto Rajo Kuantan Singingi. Pekanbaru: ASA Riau.

Hasbullah, Ashori, Rendi Ahmad & AlMasri, M. Nazar. (2016). Unsur-unsur Magis dalam Tradisi Pacu Jalur: Perspektif Antropologi Agama. Sosial Budaya, 13(1), 25–44.

Hertati, H., & Hufad, A. (2010). Fungsi dan Makna Rarak Godang Pada Acara Pacu Jalur Bagi Komunitas Melayu Di Kuantan Singingi Riau (hal. 595–600). Dipresentasikan pada The 4th International Conference on Teacher Education, Bandung.

Novrilasari, D., Saam, Zulfan & Mulyadi, A. (2014). Strategi Pengembangan Kawasan Pacu Jalur Sebagai Waterfront City Teluk Kuantan. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau.

Piliang, Amir Yasraf. (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Bandung: Jalasutra.

Saleh, R. (2013). Tokoh dalam Nama-nama Jalur di Kuantan Singingi. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(1), 48–57.

Silawati & Aslati. (2015). Menguak Nilai-nilai Magis Pada Tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Sosial Budaya, 11(2), 237–250.

Suwardi. (2007). Bahan Ajar Kebudayaan Melayu. Pekanbaru: Kampus Akademi Pariwisata Engku Puteri Hamidah.

Yulis, A. (2017). Kontribusi Event Pacu Jalur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa Pulau Baru Kopah Teluk Kuantan Kec. Kuantan Tengah. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi Islam, 2(2), 571–605.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v14i2.4433

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

 

     

Published by:


Sosial Budaya (ISSN Print: 1979-2603|ISSN Online: 2407-1684)

LPPM UIN Suska Riau
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan
Pekanbaru - 28293
email: sosialbudaya@uin-suska.ac.id
Creative Commons License
Sosial Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License