MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SENI ORIGAMI BERBASIS ANIMASI UNTUK ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

Ivan Alfikri, Tengku Khairil Ahsyar

Abstract


Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Padang merupakan salah satu sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di kota Padang, Sumatera Barat. Terdapat 3 kategori kelas yang ada di SLB Negeri 2 Padang yaitu kelas Tunanetra, Tunarungu dan Tunagrahita. Kelas Tunagrahita dibagi menjadi 2 yaitu Tunagrahita Ringan dan Tunagrahita Sedang. Fokus penelitian ini yaitu anak Tunagrahita Sedang. Tunagrahita Sedang merupakan anak yang memiliki kemampuan berpikir rendah, perhatian dan daya ingat yang lemah, konsentrasi yang mudah beralih, serta sikap yang mudah bosan. Pada umumnya anak mengalami gangguan pada susunan syaraf pusat sehingga kemampuan motorik halusnya mengalami permasalahan. Seni origami merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SLB Negeri 2 Padang pada anak Tunagrahita Sedang kelas 4 untuk mengembangkan daya motorik halusnya. Selama ini, pelajaran seni origami diajarkan guru dengan menggunakan media kertas origami dengan metode pembelajaran secara langsung. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh anak Tunagrahita Sedang, membuat ketidakpahaman anak untuk mencontoh lipatan kertas origami yang diajarkan oleh guru. Penelitian ini bertujuan membuat media pembelajaran interaktif seni origami berbasis animasi dengan menggunakan metode ADDIE untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil pengujian Black Box, semua fitur-fitur di media pembelajaran interaktif ini berjalan 100%. Berdasarkan testing User Acceptence Test menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pengguna terhadap media pembelajaran interaktif seni origami adalah sangat baik yaitu 96,967%. Dengan adanya media pembelajaran interaktif seni origami ini dapat menarik perhatian anak untuk memperhatikan pelajaran seni origami yang disajikan secara interaktif, dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar seni origami, dapat mengembangkan pemahaman anak terhadap meteri yang disajikan, dan dapat membantu mengembangkan daya motorik halus.

Full Text:

PDF

References


Seomantri, Sutjihati. 2007. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.

Amin, Moh. 1995. Ortopedagogik Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdikbud.

Rumini, Sri. 1987. Pengetahuan Subnormalitas Mental. Yogyakarta: FIP UNY.

Sumardiyah, Siti. 2012. Peningkatan Motorik Halus Anak Tunagrahita Sedang Melalui Origami di SDLB Negeri 1 Sleman. Jurnal PLB, 2(1): 1.

Chalis, Chairul Ulvan dan Wijiastuti, Asti. 2014. Pengaruh Penggunaan Seni Origami Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita Sedang. Jurnal Pendidikan Luar Biasa. 1.

Salsabila, Cindy. 2011. Seni Melipat Kertas Origami Untuk Taman Kanak-Kanak. Surabaya: Serba Jaya.

Indonesiabelajar. 2016. Macam-macam media pembelajaran interaktif. Online diakses pada tanggal 04 Desember 2016. http://indonesiabelajar.click/.

Agustiana, Rina. 2013. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Animasi Komputer Terhadap Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Tunagrahita Ringan. Universitas Pendidikan Indonesia.

Shelton, K. dan Saltsman, G. 2011. Applying the ADDIE model to online instruction. Dalam “Information Resources Management Association, Instructional design: concepts, methodologies, tools, and applications. New York: IGI Global.

Nurhadryani, Yani., Sianturi, Susy Katarina., Hermadi, Irman dan Khotimah, Husnul. 2013. Pengujian Usability Untuk Meningkatkan Antar Muka Aplikasi. JIKA. 2(2): 83-93

Hofstetter, Fred T. 2011. Multimedia Literacy. New York: McGraw-Hill.

Miarso, Hadi Y. 2004 Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenda Media.

Karmachela, Hira. 2008. Seni Origami. Jakarta: Azka Press.

Sumantri. 2005. Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.